Menemukan Kecurangan Pilkada? Ini Cara Melaporkan

mikecraneforcongress.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah selesai digelar pada Rabu (9/12/2020).

Pilkada serentak telah serentak dilaksanakan di 270 wilayah di Indonesia, terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota.

Dilansir dari Kompas tv, Badan Pengawas Pemilu / Bawaslu mencatat ada beberapa laporan kecurangan yang masuk. Diantaranya berasal dari Jawa Timur & Makassar.

Lalu, apakah masyarakat bisa melaporkan kecurangan pilkada?

Mochammad Afifuddin selaku anggota Bawaslu RI menjelaskan bahwa masyarakat dapat melaporkan segala jenis kecurangan yang terjadi dan ditemui di situs slot pulsa tanpa potongan lapangan melalui Bawaslu. Menurut beliau, terdapat dua cara untuk melaporkan kecurangan yang terjadi.

Pertama, anda bisa melaporkan tindakan kecurangan melalui aplikasi Gowaslu dan yang kedua adalah langsung hadir dan menemui pengawas pada tempat kejadian.

Gowaslu menjadi sebuah kanal laporan masyarakat untuk memberikan informasi awal atau anda juga bisa melapor kepada jajaran pengawas yang sedang berada di lokasi, ujar beliau kepada tim kami.

Perlindungan LPSK

Beliau mengingatkan bahwa proses nya akan berlangsung secara terbuka. Meski demikian, saksi atau pelapor dapat meminta perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sesuai pasal 5 UU Perlindungan Saksi dan Korban.

“Proses ini akan diberlangsungkan secara terbuka. Ini merupakan sebuah tantangan, Pelapor terlapor tentu akan kami mintai klarifikasi mekanismenya”, Ungkapnya.

Dikutip dari halaman Bawaslu, Gowaslu merupakan sebuah aplikasi laporan pelanggaran Pilkada berbasis Aplikasi Android untuk memudahkan pemantau dan masyarakat pemilih dalam dalam melaporkan dugaan pelanggaran yang ditemukan dalam proses pelaksanaan pilkada.

Data, temuan dan Informasi bisa dilaporkan individu, kelompok masyarakat, maupun organisasi pemantau.

Cara menggunakan Gowaslu

Pertama, pelapor perlu untuk mendownload aplikasi Gowaslu terlebih dahulu di PlayStore untuk pengguna Android. Ketik “Gowaslu” kemudian install.

Setelah itu, pelapor wajib mendaftar dan login menggunakan username dan password.

Klik “Sign up” kemudian isi datanya.

Adapun data berikut yang perlu di isi adalah :

Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Nama Lengkap

Alamat Email

Nomor HP

Kemudian cek kotak masuk (inbox) pada email anda.

Pendaftar akan mendapatkan username dan password yang akan dia gunakan untuk login.

Setelah anda menerima data untuk login, silahkan masukkan data tersebut untuk masuk kedalam aplikasi Gowaslu.

Anda bisa memulai pembuatan laporan dengan menekan tombol yang bertuliskan “Buat Laporan”.

Terdapat empat kategori yang menjadi pelanggaran yang bisa dilaporkan dalam sistem Gowaslu.

Pilihan jenis pelanggaran ini berdasarkan pada pelanggaran Pilkada yang sangat sering terjadi dan berhubungan langsung dengan pemilih.

Empat kategori laporan tersebut antara lain adalah :

  • Data Pemilih
  • Alat Peraga Kampanye
  • Politik Uang

Pada data pemilih, terdapat juga empat jenis pelanggaran, antara lain :

  • Pemilih belum terdaftar
  • Pemilih yang sudah meninggal
  • Pemilih dibawah umur
  • Pemilih terdaftar ganda.

Pelapor diwajibkan untuk melegkapi data yang terdapat di sana, seperti uraian kejadian, tanggal dan waktu kejadian, beserta alamat dan seterusnya.

Selain itu, pelapor juga perlu untuk melampirkan barang bukti berupa foto.

Jika jenis laporan tidak terdapat pada formulir aplikasi, maka sang pelapor boleh datang langsung ke Bawaslu.