Sinyal Politik Antara Mega-Prabowo Jelang 2021 di Balik Gelar Profesor Unhan

mikecraneforcongress.com – Universitas Pertahanan akan menggelar sidang senat terbuka dalam rangka pengukuhan gelar Profesor Kehormatan kepada ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Para pengamat memperkirakan, terdapat motif politik dibalik pemberian gelar profesor kehormatan tersebut.

Seperti yang diketahui, Unhan langsung dikelola oleh Kementrian Pertahanan. Dan juga posisi Menteri Pertahanan saat ini dijabat oleh Prabowo Subianto.

“Tentunya sinyal politik pasti ada, seperti contohnya ketika Prabowo berdiri di belakang mega ketika peremian patung Bung Karno. Itu menggambarkan sinyal,” ungkap pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio ketika dihubungi oleh tim kami.

Menurutnya, sinyal tersebut menunjukkan Prabowo mempersilakan Mega untuk memimpin dunia politik saat ini sekalian membuka kesempatan kolaborasi dalam Pilpres 2024 mendatang.

Dan juga kemungkinan lainnya, Prabowo akan maju saat Pilpres bersama dengan calon yang diusung oleh PDIP. “Mungkin Puan Maharani,” ujarnya

Dia juga menilai pemberian gelar kepada Mega akan menimbulkan banyak risiko. Sebab, Prabowo akan dibayangi oleh tuduhan diplomasi politik oleh masyarakat. “Kemarin itu diplomasi patung Bung Karno, sekarang diplomasi guru besar,” ungkap Hendri.

Pengamat politik dari Universitas Al Ahar Indonesia (UAI) Ujang Komaruddin menilai pemberian gelar situs slot pulsa tanpa potongan tersebut dilatari oleh motif politik. Saat ini Prabowo diduga tengah berinvestasi kebaikan kepada Mega.

“Dalam dunia politik, tak akan ada makan siang yang gratis. Semua itu tentunya sudah ada kalkulasi dan hitung-hitungannya agar Prabowo memiliki jasa terhadap Megawati,” ungkapnya.

Namun hal itu bertujuan untuk memudahkan Prabowo dalam kontestasi Pilpres. Akan tetapi, pemberian gelar profesor ini menimbulkan pertanyaan di kalangan akademisi. “Ini yang membuat ketidak adilan di dunia akademisi”.

Akan tetapi, pengamat komunikasi politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Dodi Ambardi memperkirakan tidak ada sinyak khusus dibalik pemberian gelar tersebut.

“Yang saya ketahui, Prabowo tidak terlibat dalam pendirian dan pengelolaan Unhan yang berdiri sejak 2009 ketika Panglima Djoko Santoa,”Ungkapnya.

Menurut keterangan dari Unhan, sidang senat diadakan secara terbuka dalam rangka pengukuhan gelar Profesor Kehormatan Ilmu Pertahanan Bidang kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi pertahanan yang akan digelar.

Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian yang selakuk rektor Unhan, menurutnya sidang senat akademik Unhan telah menerima hasil penilaian Dewan Guru Besar atas karya ilmiah Mega sebagai syarat pengukuhan Profesor Kehormatan Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan.

“Unhan telah mencatat keberhasilan Ibu Megawati saat di pemerintahan dalam menuntaskan konflik sosial seperti penyelesaian konflik Ambon, penyelesaian konflik Poso, pemulihan pariwisata pasca bom bali, dan penanganan beragam permasalahan TKI di Malaysia,” kata dia.