Hakim Subiharta Memberikan Jawaban Tersendiri

Mikecraneforcongress – Calon hakim agung dari Kamar Pidana Tahun 2021, Subiharta, ikuti bugar and proper tes di ruangan Komisi III DPR, Senin (20/9/2021). Salah satunya pertanyaan mengenai hukuman mati.

Subiharta menjawab tegas bila sepakat dengan misi dan pantauan yang sudah dilaksanakan pemerintahan dan DPR RI, bila hukuman mati sebagai pengecualian.

“Saya benar-benar sepakat dengan penglihatan dan pengkajian yang sudah dilaksanakan pemerintahan dengan DPR berkaitan permasalahan pidana mati, ini salah satunya pengecualian. Ada proses hukum yang hendak jalan bila hakim masih dikasih peluang untuk kembali. Benahi hukuman mati sesudah dijatuhkan,” kata Subiharto.

Menurut Subiharta, hakim yang semacam Judi Online atau berlainan memiliki hak untuk mengoreksi keputusan.

“Jadi ada yang seperti koreksi dari majelis hakim yang semacam atau majelis hakim lainnya, apa terdakwa ini yang dijatuhkan hukuman mati, ada sikap yang lebih bagus, ada penilaian seperti pengecekan, jika memang ia Bagus, ia dapat dicheck ulangi dan peluang divonis 10 tahun penjara. tahun atau 20 tahun dan sebagainya,” terangnya.

Subiharta akui sudah jatuhkan hukuman mati ke terdakwa narkotika. Tetapi hukuman mati tidak dapat dijatuhkan kesemua aktor kejahatan, harus dilihat dahulu kasusnya seperti apakah.

“Sebetulnya sebagai hakim saya tegas bila itu hukuman mati, saya menyesal pernah jatuhkan hukuman mati untuk tindak pidana narkotika,” ucapnya.

Maka dari itu dengn ada nya hukuman seperti itu bisa membuat para orang orang yang mau melakukan kejahatan tidak bisa seenak enak nya, seperti yang pada saat ini yaitu melakukan korupsi uang rakyat langsung di hukum saja tanpa ada pertimbangan karena dengan nya sebuah contoh bisa membuat orang orang yang berniat melakukan korupsi bisa berpikir kembali uantuk berbuat jahat atau melakukan korupsi.

Pada dasar nya orang orang pada saat ini mau menjadi anggota dewan dengan bisa bawah dasar untuk melakukan korupsi dengan uang banyak. dan para pakai hukum kini sudah sangat kesal bahwa untuk yang melakukan korupsi hanya di hukum beberapa tahun saja dan tidak di miskinkan secara langsung, ada beberapa negara melakukan sebuah penghukuman dengan melakukan hukuman cambuk atau pun hukuman mati jika melakukan sebuah korupsi di dalam pemerintahan.

Apa lagi di negara tetangga pada saat ini untuk pejabat yang melakukan sebuah korupsi maka akan di hukum cambuk atau pun di miskinkan sampai beberapa generasi, maka dari itu mereka tidak ada yang melakukan kejahatan dengan melakukan korupsi. dan di negara kita pada saat ini korupsi adalah pekerjaan yang susah secara di berantas karena orang orang pada saat ini menjadi pejabat untuk melakukan korupsi uang rakyat.