Kader Partai Ummat Mundur Secara Massal

Mikecraneforcongress РBaru-baru ini sejumlah pengurusa serta para kader Partai Ummat diketahui  tengah mengundurkan diri secara massal. Tidak hanya terjadi pada satu kota saja, namun kader-kader yang ada di beberapa daerah juga melakukan hal yang serupa. Yang terbaru, pengurus DPD dan DPC Partai Ummat di Batam mengdeklarasikan diri untuk mundur. Pendeklarasian massal tersebut dilakukan secara langsung di Lapangan WTB Batam pada Minggu 17 Oktober 2021.

Yang banyak dipertanyakan, bagaimana respons dari Amien rais selaku Ketua Majelis Syura Partai Ummat atas pengunduran pada para kader-kader di berbagai daerah tersebut?

“Pak Amien Rais biasa saja ituka permasalahan dari daerah. Kami juga yakin jika masalah tersebut juga sudah dijembatani oleh DPD dan DPW di masing masing wilayah,” ungkap Chandra Tirta Wijaya selaku Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Ummat, Minggu (17/10/2021).

Chandra juga mengungkapkan lagi beberapa pesan yang sering disampaikan oleh Amien Rais.

“Pak Amien Rais selalu berkata jika ingin berjuang dalam kebenaran maka harus selalu menggunakan Al-Qur’an dan Hadist sebagai landasan, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan NKRI,” lanjutnya.

Dia (Chandra) juga mengatakan saat dirinya mulai ikut bergabung menjadi pengurus Partai Ummat selalu diingatkan.”Hal pertama yang harus diingat adalah meluruskan niat. niat itu ditunjukkan semata-mata ya untuk kebaikan sesama, bukan kok karena ingi  harta dipuji dan bukan untuk jabatan,” terangnya.

Sedangkan yang kedua yakni untuk menegakkan keadilan dan melawan kezaliman. Ketiga, menyelesaikan segala masalah dengan cara berdialog dan bermusyawarah. Yang keempat, selalu menuingatkan dalam kebenaran dan kebaikan.

“Dan yang terakhir adalah apa yang dikerjakan, diucapkan dan dipikirkan semata-mata hanya ditunjukkan demi mengharap ridho dari Allah SAW,” pungkasnya.

Pengamat Politik: Partai Ummat Perlu Bekerja Keras Agar Lolos Pemilu

Sebelum para kader di Kota Batam mengundurkan diri secara masaal, kader-kader Partai Ummat di beberapa wilayah juga melakukan yang hal sama. Kurang lebih sekitar 31 orang kader partai besutan Amien rais tersebut sudah terdata mengundurkan diri. Diantaranya seperti ketua DPD Partai Ummat Cirebon, wakil ketua Partai Ummat Kota depok, ketua DPW Partai Ummat Provinsi bengkulu dan lainnya.

Atas tindakan para pengurus Partai Ummat yang melakukan pengunduran diri secara massal itupun di respons oleh para pengamat politik. Diataranya  dari Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) yang diketuai oleh Hendri memeberikan opininya. Jika hal tersebut akan memberikan dampak yang besar dalam keikutsertaan Partai Ummat dalam Pemilu (Pemilihan Umum) yang akan dilaksanakan pada 2024 mendatang.

Hendri juga mengatakan jika Partai Ummat akan menghadapi tantangan yang cukup berat. “Dengan banyaknya para kader yang mundur, tentunya dari pihak Judi Online Partai Ummmat harus bekerja lebih keras lagi demi bisa lolos dalam pemilu yang akan datang,” ungkap Hendri.

Prasyarat yang diajukan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) dalam proses verifikasi untuk bisa lolos tidaklah mudah. Dan salah satu hal yang akan menjadi penilainannya adalah terkait dengan struktur kepengurusan di tingkat daerah berserta denngan kadernya.

“Untuk bisa lolos dari verifikasi KPU bukanlah suatu hal yang mudah. Nyatanya sampai saat ini masih banyak parpol yang tidak lolos. Terbentuknya struktur kepengurusan sampai pada lini kader menjadi poin penting yang perlu dipenuhi. Dengann adanya beberapa kasus terkait mundurnya para kader, maka harus dijadikan pelajaran yang berharga tentunya untuk Partai Ummat,” lanjutnya.

Namun hal tersebut dinbantah oleh Ketua DPP Partai Ummat, Ridho Rahmadi. Dirinya menganggap pengunduran para pengurus tersebut tidak akan mempengaruhi internal partai dalam menyambut pemilu 2024.

“Insyaallah itu hanya perosalan yang kecil,” kata Ridho.