Gubernur Jatim Pantau Langsung Evakuasi Banjir

Mikecraneforcongress – Menanggapi peristiwa banjir bandang yang menimpa Kota Batu, Surabaya pada Kamis, 4 Okteober 2011. Menurut keterangan dari awak media Gubernur Jatim Khofifah bertolak ke Kota Batu, pantau langsung evakuasi banjir dan pengungsian Warga sesaat setelah selesai rapat yang dilakukan.

Gubernur Jatim Khofifah bertolak ke Kota Batu, pantau langsung evakuasi banjir dan pengungsian Warga. Selain dari sekadar meninjau lokasi banjir bandang, Khofifah juga berencana untuk menyalurkan bantuan setra santunan bagi seluruh masyarakat yang terkena dampak dari banjir bandang ini.

Gubernur Jatim Khofifah Bertolak Ke Kota Batu, Pantau Langsung Evakuasi Banjir Dan Pengungsian Warga Berikan Keterangan Penyebab Banjir

Gubernur Khofifah memberikan keterangan Judi Online bahwa penyebab dari banjir bandang yang menyerang Kota Batu yakni karena curah hujan yang tinggi. Sejauh ini terhitung, ada lima titik Kecamatan yang terkena dampak dari bencana banjir bandang, diantaranya:

  • Desa Bulukerto
  • Desa Sumber Brantas
  • Desa Padangrejo
  • Desa Tulungrejo
  • Desa Sidomulyo

BPBD provinsi Jawa Timur juga menambahkan bahwa selain dari tingginya curah hujan yang terjadi, penyebab lain dari bencana banjir bandang ini juga disebabkan oleh sumbatan batang kayu di bagian hulu sungai. Hal tersebut menjadi penyebab terjadinya bencana banjir bandang.

Jumlah Korban Yang Terdampak Banjir Bandang

Tim Sar beserta beberapa warga tengah melakukan pemeriksaan terhadap rumah-rumah warga yang hancur. Banjir bandang yang menerjang Kota Batu terjadi setelah datangnya hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah hulu Daerah Aliran Sungai Brantas yang ada di lereng Gunung Arjuno.

Terkait jumlah korban yang terdampak dari bencana banjir bandang, hingga saat ini masih belum ada data resmi yang diluncurkan. Tim yang bertugas masih melakukan pendataan lebih jauh dari korban-korban serta dampak apa saja yang ditimbulkan oleh bencana banjir bandang ini.

Gubernur Khofifah senantiasa menghimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Timur untuk selalu waspada akan potensi bencana hidrometeorologi. Bencana tersebut disebabkan oleh beberapa hal terkait dampak dari meteorologi seperti curah hujan, angin, kelembapan, dan temperature.

Himbauan BMKG Terkait Datangnya Musim Penghujan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan himbauan bahwa tanggal 2 November 2021 merupakan awal terjadinya musim hujan. BMKG juga memprediksi, akan ada peningkatan curah hujan yang cukup tinggi, yakni sebesar 20 persen hingga 70 persen.

Terkait hal tersebut BMKG memberikan peringatan akan potensi dari bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Adapun, bencana-bencana tersebut seperti tanah longsor, banjir, banjir bandang, angina kencang, dan sebagainya.

Gubernur Khofifah juga menambahkan pesannya kepada seluruh warga Jawa Timur untuk berhenti membuang sampah ke sungai apapun jenisnya. Khofifah juga memanjatkan doanya agar Allah SWT menjauhkan marabahaya dan melindungi Jawa Timur dari bencana alam.

Puncak Musim Penghujan Akan Terjadi Hingga Penghujung Tahun 2021

Pihak BMKG menambahkan agar kewaspadaan dan kesiagaan untuk lebih ditingkatkan dalam menanggapi fenomena La Nina yang diprediksi mencapai puncaknya hingga akhir tahun 2021. La Nina merupakan penurunan SML atau Suhu Muka Laut  Samudra Pasifik tengah mencapai kurang dari kondisi normal.

Sehingga, warga Jawa Timur dihimbau untuk memberishkan saluran Mpo88 air di lingkungan tempat tinggal dan memastikan tidak ada selokan yang tersumbat oleh sampah. Selain itu, memangkas pohon yang rawan roboh atau tumbang juga sangat diperlukan.