Nasdem : Buat Apa Reshuffle Kabinet Terus?

Mikecraneforcongress – Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate menepiskan berita masalah Prananda Paloh dapat isi satu diantara pos menteri bila Presiden Joko Widodo (Jokowi) lakukan reshuffle cabinet.

“Ah pikirin reshuffle, buat apa reshuffle? Bertanya presiden, tidak boleh bertanya saya,” kata Johnny waktu dihadapi di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/11/2021).

Menurut dia, NasDem konsentrasi tolong pemerintah Jokowi mengatasi Covid-19. Masalah reshuffle cabinet ia malas menjawab apa NasDem menganjurkan seorang jadi menteri.

“Itu pekerjaannya Presiden, kita bila reshuffle itu wewenang Presiden, kita NasDem tolong Presiden nangani covid-19,” katanya.

Disamping itu, memberikan respon Judi Online masalah berita Hadi Tjahjanto yang hendak isi bangku menteri habis pensiun dari Panglima TNI. Ia memperjelas, cuma Presiden Jokowi yang memiliki hak memutus masalah reshuffle.

“Itu wewenang Presiden, Pak Hadi kan telah di cabinet menjadi panglima, kekuasaannya Presiden, sebab Bapak Presiden yang memutus,” tangkisnya.

Sementara, Wakil Ketua PPP Arsul Sani berkata, PPP tidak memaksakan Presiden Jokowi buat membarui menterinya.

“Yang pasti PPP tak punyai status berkeberatan atau menggerakkan dorong apa itu Pak Hadi Tjahjanto yang selekasnya menyerahterimakan kedudukan yang lain atau lainnya masuk cabinet,” tangkisnya di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/11/2021).

Menurut dia, tak ada manfaatnya mendorong-dorong reshuffle cabinet dikarenakan Presiden Jokowi punyai alasan serta ketentuannya sendiri. Pengalaman dari yang ada, Jokowi tak menunjuk orang itu sewaktu diusulkan jadi menteri.

“Yang pasti bila kita menyaksikan rutinitas Pak Jokowi itu berkaitan dengan positioning atau kebijaksanaan keputusan yang pribadi beliau ini bukanlah tak ingin dikasih saran, akan tetapi bila beliau membutuhkan saran itu beliau yang hendak mengharap, yang hendak mengharap saran, yang hendak pro aktif,” paparnya.

“Jadi saya sangat percaya apabila ada yang coba memberikan saran, mengusul ngusulkan sang A sang B itu menurut saya bila tak usai dengan yang ada pada ingatan Pak Jokowi itu ya ke buang waktuan saja,” sambungnya.

Arsul memberikan contoh waktu bursa calon Kapolri alternatif Idham Azis waktu itu. Menurut dia, tak diduga Presiden Jokowi menunjuk Listyo Sigit jadi Kapolri.

“Mengapa? kita udah melihat sendiri masalah Kapolri, yang diusulkan sang ini sang itu, tetapi yang diputuskan Pak Listyo Sigit. Saya tak sangat percaya ada yang menganjurkan Pak Listyo,” tutur anggota Komisi III DPR RI ini.

“Tetapi itu bahwasanya pelajaran apa? Presiden punyai kemandirian sendiri, Presiden menggenggam hak prerogatif yang menempel di kedudukan Presiden jadi kepala negara serta kepala pemerintah,” tangkisnya.

Belum Pikir Reshuffel
Sementara Jokowi sendiri menepiskan berita tersedianya pembongkaran cabinet Indonesia Maju habis dilantiknya Jenderal Andika Superior jadi Panglima TNI. Jokowi cuma memperjelas jika pengangkatan Andika bakal diselenggarakan Rabu (17/11/2021) esok.

“Belum, esok pengangkatan panglima,” kata Jokowi habis resmikan Jalan Tol Serang – Panimbang Seksi 1- Batas Serang – Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (16/11/2021).

Untuk dimengerti awalnya di Kamis 11 November 2021, Jokowi juga mengatakan belum memikir pembongkaran (reshuffle) cabinet Indonesia Maju.Hal Mpo88 semacam itu diungkapkan Jokowi usai mengunjungi perayaan Hari Ulangi Tahun Kesepuluh Partai NasDem.

“Reshuffle belum terfikir,” kata Presiden Jokowi di Jakarta, Kamis (11/11).

Waktu diberi pertanyaan masalah apa “reshuffle” itu akan juga masukkan menteri dari Partai Instruksi Nasional (PAN), Presiden kembali memberikan jawaban yang serupa. “Reshuffle belum terfikir menjurus sana,” katanya.