Jokowi : Perkuat Ekonomi Di Waktu Pandemi

Mikecraneforcongress – Banyak para ahli yang memperkirakan bahwa pandemi akan berlangsung hingga 2022. Pandemi yang berkepanjangan memicu perlambatan perekonomian dunia. Prediksi tersebut membuat Presiden Jokowi mengantisipasi pertahanan ekonomi negara.

Strategi yang ditarget berupa efisiensi APBN. Awal 2022 anggaran Judi Online perlu dieksekusi dengan mengurangi belanja yang tidak penting.

Penting untuk Memperkuat Perekonomian Negara di 2022

Kabar baik penurunan kasus Covid-19 belum mampu membuat kita bernafas lega. Banyak prediksi yang memperkirakan pandemi akan berlanjut hingga 2022. Perkembangan ekonomi global belum bisa pulih seutuhnya meskipun vaksin sudah banyak beredar.

Presiden Jokowi mewanti-wanti semua pihak untuk terus waspada. Terlebih lagi berkaca dari banyak negara selain Indonesia yang justru mengalami peningkatan kasus Covid-19.

Katakanlah Korea Selatan yang justru mengalami peningkatan kasus menjadi 3.187. Amerika Serikat yang mengalami kenaikan sampai 70.000. Negara Inggris mengalami peningkatan kasus menjadi 39.000, Jerman 30.000, dan Rusia 38.000.

Masih banyak negara lain yang jumlah penderita Covid-19 masih terus bertambah. Melalui Sidang Kabinet Paripurna, Jokowi menyampaikan penting untuk terus waspada terhadap kemungkinan perlambatan pertumbuhan perekonomian juga.

Jika pandemi belum berakhir maka perlambatan perekonomian akan terus berlangsung. Apabila terdapat suatu daerah di Indonesia yang mengalami peningkatan maka perlu untuk diingatkan. Pemerintah Daerah dan masyarakat di wilayah tersebut harus semakin berusaha keras guna menekan peningkatan kasus. Hal yang sama juga berlaku bagi tingkat kabupaten dan kota.

Semua pihak harus berjuang bersama dalam menekan pertambahan kasus. Dihimbau untuk seluruh lapisan masyarakat terus waspada terhadap risiko peningkatan kasus yang berdampak langsung terhadap perekonomian. Tentu saja semua pihak berharap agar ini segera berlalu bukan sehingga penting untuk menerapkan protokol kesehatan maupun melakukan vaksinasi.

Risiko yang Membayangi Perekonomian Global Akibat Berlanjutnya Pandemi

Jokowi sudah menjelaskan secara rinci langkah-langkah yang perlu dipahami semua masyarakat untuk menyikap berlanjutnya pandemi. Dengan kata lain, masyarakat Indonesia disarankan untuk menghemat banyak dana juga.

Keluarkan dana untuk kebutuhan yang penting saja. Jangan menghamburkan uang untuk keperluan yang tidak urgen. Presiden juga menjelaskan risiko yang membayangi akibat pandemi yang berkepanjangan ini. Kita semua tidak tahu dampak perlambatan ekonomi akan menjadi separah apa. Contoh risiko perlambatan ekonomi suatu negara yang berimbas ke Indonesia adalah perlambatan ekonomi China.

Negara yang dikenal punya banyak mitra dagang di berbagai negara termasuk Indonesia saja juga mengalami perlambatan ekonomi. Akibatnya banyak keperluan dagang ekspor Indonesia yang jadi terhambat datang ke tempat tersebut.

The Federal Reserve (The Fed) juga memberikan sinyal agar jangan membuat kebijakan ultra longgar dan penting untuk selalu berpatok pada kebijakan pengetatan (tapering off). Hampir setiap kali ada negara yang memberlakukan kebijakan pelonggaran maka akan mengalami peningkatan kasus baru Covid-19.

Apalagi varian Delta dapat menyebar dengan cepat dibandingkan varian lain. Risiko lain yang mungkin dihadapi kedepannya adalah inflasi global. Pemerintah Indonesia sedang berupaya meminimalisir dampak dengan berbagai langkah mitigasi. Langkah tersebut berguna sebagai antisipasi seandainya benar-benar terjadi inflasi.

Salah satu langkah mitigasi adalah efisiensi APBN. Tidak heran bila APBN sebagai kas keuangan negara harus mampu menggerakkan perekonomian Indonesia agar menjadi semakin kuat. Seluruh belanja-belanja yang kurang produktif akan dipangkas. Pemangkasan akan membuat negara kita mampu bersaing di tingkat global.

Pemangkasan diharapkan turut mampu meningkatkan daya saing ekspor dan investasi. Rencana terhadap APBN tersebut akan dieksekusi mulai dari Januari 2022. Presiden Jokowi meminta Mpo88 persiapan administrasi sejak sekarang agar Januari 2022 sudah bisa terealisasi dilansir dari Detik.

Sebagai masyarakat kita bisa mendukung perekonomian negara dan pertumbuhannya dengan menjalani protokol kesehatan, mengikuti vaksinasi, mengembangkan keterampilan (untuk meningkatkan mutu daya saing ekspor), dan banyak menabung emas untuk antisipasi inflasi.