Kasus Korupsi, Kejaksaan Mulai Periksa 200 Saksi

Mikecraneforcongress – Kasus korupsi yang terjadi di wilayah Garut, Provinsi Jawa Barat ini mulai menyita perhatian publik. Betapa tidak dikala reses, beberapa Judi Online anggota DPRD Kota Garut malah terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Sedikitnya ada lebih dari ratusan orang yang terkait dengan kasus tersebut. Hal ini menjadi berita korupsi terbaru yaitu kejaksaan mulai periksa 200 saksi terkait kasus Korupsi DPRD Garut.

Kejari Garut terus melakukan pendalaman penyidikan terkait kasus tersebut. Kejari memeriksa siapa saja yang terkait dengan aliran dana korupsi ini. Diharapkan secepatnya berkas -berkasnya telah rampung dan siap untuk dinaikkan ke proses selanjutnya.

Berita Korupsi Terbaru Kejari Garut Periksa 200 Saksi

Kejaksaan Negeri Kota Garut Provinsi Jawa Barat kini sedang melakukan pemeriksaan terhadap dua ratus saksi yang terkait. Berita korupsi terbaru masih di seputaran kasus korupsi dana reses anggota DPRD Kota Garut tersebut. Kejari melakukan berbagai macam penyidikan yang dirasa perlu terkait dugaan korupsi penggunaan anggaran dana reses dan BOP oleh anggota DPRD Kota Garut. Diharapkan kasus korupsi yang dilakukan sepanjang 2014-2019 ini bisa segera terkumpul bukti-bukti yang akurat.

  • Target kasus selesai penyidikan dan terungkap tahun 2022

“Targetnya seluruh kasus akan terungkap tahun 2022, untuk itulah saat ini kami masih mendalami proses penyidikan. Tetapi untuk tahun ini ada 3 kasus yang masih dalam proses penyelidikan. Ketiga kasus itu adalah tindak pidana penyalahgunaan dana desa dan infrastruktur pedesaan pada 3 desa berbeda” tutur Neva Sari Susanti, Kepala Kejari Kota Garut menjelaskan.

  • Kejari masih mendalami kasus yang lain

Neva menuturkan masih mendalami penyidikan terkait penyimpangan realisasi dana desa dan infrastruktur desa di kecamatan Cilawu. Statusnya saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan pencarian data, informasi terkait. Tetapi kasus ini telah menjalani persidangan dengan lima perkara selama berjalan.

“Selama ini kami telah mengeksekusi orang yang terlibat langsung dalam empat kasus diantaranya di tahun 2021 yang dilakukan oleh Seksi Intelijen. Mereka berhasil menangkap dua orang DPO dalam kasus tindak pidana korupsi. Tetapi selama tahun 2021 ini, kami sudah menerima sebanyak 361 perkara tindak pidana umum. Dari banyaknya perkara yang masuk tersebut, ada 286 perkara inkrah dan 358 perkara lainnya yang sudah masuk persidangan” Neva menjelaskan sepak terjangnya di tahun 2021 ini.

Dia memaparkan bahwa seluruh kasus yang masuk selama tahun 2021 ini seluruhnya ada 381 perkara tindak pidana umum. Kasus yang masuk dalam tindak pidana umum tersebut adalah mengenai narkoba, pencurian dan perlindungan anak. Sedangkan untuk kasus yang masih ditangani Kejari sendiri dan ditargetkan berakhir pada tahun 2022 adalah kasus perlindungan anak yang melibatkan 60 korban di dalamnya.

  • 31 Pelaku Terbukti Bersalah dan siap menjalani persidangan

“Kami berharap akan menyelesaikan seluruh kasus yang terdapat di Kota Garut , Jawa Barat ini. Terutama untuk kasus tindak pidana korupsi biaya operasional dan penggunaan anggaran dana reses anggota DPRD Kota Garut Jawa Barat. Tidak lupa juga kasus tindak pidana korupsi dana desa dan infrastruktur desa. Tetapi untuk saat ini, jumlah pelaku yang berhadapan dengan hukum adalah 31 orang telah terbukti sebagai pelaku” ujar Neva melanjutkan.

Kita harapkan kerjasama yang baik dari semua pihak untuk cepat terbukanya berita korupsi terbaru yaitu tindak pidana korupsi biaya operasional dan penggunaan Mpo88 anggaran dana reses anggota DPRD Kota Garut Jawa Barat di tahun 2022 nanti. sehingga bisa memberikan efek jera untuk pelaku dan mengembalikan stabilitas ekonomi di Kota Garut, Jawa Barat kedepannya.