Demokrat : OTT KPK Masih Efektif Pada Saat Ini

Mikecraneforcongress – Ditangkapnya Walikota Bekasi yaitu Rahmat Effendi dalam operasi tangkap tangan atau OTT yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menimbulkan Judi Online kesan yang baru. Cara tersebut dianggap tidak dapat membuat atau memberikan efek jera terhadap seseorang dalam melakukan perbuatan korupsi.

Salah satu pihak yang menangani masalah tersebut adalah politikus Demokrat yakni Didik Mukrianto. Didik menilai jika OTT yang dilakukan oleh KPK masih diperlukan untuk pemberantasan korupsi. Pasalnya tujuan dari OOT bukanlah untuk membuat para pelaku korupsi jera.

“Operasi tangkap tangan memang diharapkan bisa membuat para koruptor jera. Meskipun dengan penindakannya cukup progresif termasuk dilakukannya OTT, Namun pada kenyataannya sampai saat ini laju korupsi di Indonesia tidak bisa terhenti. Namun apakah kemudian bisa dianggap jika OTT itu tidak efektif? Menurut pandangan saya juga tidak demikian cara memahaminya,” terang Didik ketika dikonfirmasi.

Anggota Komisi III DPR RI tersebut juga mengatakan jika KPK selama ini tidak hanya melakukan penanganan koruptor melalui OTT saja. Pencegahan hingga kasus melalui sidik jari juga sudah dilakukan lembaga KPK tersebut.

“Pemberantasan korupsi selama ini sebetulnya juga sudah dilakukan melalui beberapa pencegahan serta penindakan. Namun meski begitu perilaku korup juga masih belum terhenti sampai sekarang,  tentu ini menjadi pekerjaan rumah yang harus menjadi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, untuk melakukan evaluasi yang lebih lanjut dapat dilakukan terobosan-terobosan yang terbaru juga menjadi keharusan. Termasuk dengan merampas semua harta hasil dari kejahatan korupsi yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab,” lanjut Didik.

Dirinya juga menyatakan lagi bahwasanya dalam pemberantasan korupsi hal yang perlu dibenahi bukanlah pelaksanaan OOT. Melainkan sistem penganggaran yang transparan di pemerintahan.

“Dalam membangun sebuah sistem pemberantasan korupsi termasuk dengan sistem penganggaran serta penggunaan anggaran perlu lebih transparan. Kemudian aksesibel terhadap publik serta memberikan zero toleransi terhadap penyimpangan serta bertanggung jawab pada kebutuhan dasar. Selain itu action will dan political will dari segenap pemangku serta pengguna dari anggaran bisa menciptakan zona integritas dan meningkatkan kesadaran serta partisipasi dari para publik untuk mengawasi penggunaan anggaran. Disamping itu tak lupa perilaku pejabat publik yang perlu ditingkatkan lagi,” lanjutannya lagi.

Ditangkap atas dugaan suap dan jual beli jabatan

Sebelumnya diketahui Walikota Bekasi Rahmat Effendi atau yang kerap disapa Pepen  terkena OTT KPK pada Rabu 5 Januari 2022. Pepen juga bungkam ketika hendak dibawa ke rumah tahanan KPK.

Diketahui Pepen ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di pemerintah wilayah Kota Bekasi. Setelah Rahmat Effendi selesai Menjalani pemeriksaan awal pasca terjaring OTT KPK, dirinya juga hanya diam  tidak bersedia memberikan keterangan apapun kepada media.

Pepen keluar dari gedung KPK sekitar pukul 21 30 dan hanya menundukkan kepalanya. Dia juga tidak memberikan satu pun jawaban atas banyak pertanyaan yang diberikan oleh awak media,  dirinya memilih langsung masuk ke dalam mobil tahanan guna mempertanggungjawabkan Mpo88 perbuatannya.  Nantinya Pepen akan ditahan di rutan cabang KPK di gedung merah putih.

“Saudara RE nantinya akan ditahan di rumah tahanan KPK yang ada di cabang Gedung Merah Putih,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers yang digelar di Gedung KPK Jaksel (6/1/2022).